Talkshow Pengaruh Bacaan Petualangan Fantasi Pada Anak
17 Dec 2009 Leave a Comment
in aktifitas, buku, kids, talkshow
Datang sebagai pengunjung pertama di event ini bersama Jeng Dian, karena kami belum memiliki undangan. Sebelumnya sudah menghubungi Mbak Cupi yang nama dan nomer teleponnya tercantum di info acara, tetapi menurutnya kami nggak perlu tiket masuk. Silakan datang saja. Ternyata ketika akan mengisi buku tamu kami ditanya dari media mana (Loh acara untuk media-kah?!). Yaah terima nasih aja deh kalau agak dianak tirikan gituh….walaupun secara kalau bilang dari media, daku emang bisa memakai beberapa media cetak en blog. Toh daku memang penulis lepas, dan penulis tetap beberapa blog ;-D Selain media penerima tamu-nya juga nanya apakah kami dari sekolah. Saya bilang aja kalau saya dari “umum” – yah,walaupun saya juga pengajar di beberapa tempat dan sedang membangun komunitas “pendongkrak” prestasi anak – anak dan remaja. Ketika melihat pengunjung memegang kertas berisikan kuis yang harus ditebak oleh pengunjung dan menurut MC-nya nanti akan dapat hadiah bagi pengunjung yang jawabannya benar, Dian langsung menuju ke meja penerima tamu dan meminta kertas tersebut. Tetapi ternyata ditolak,Bo’ dengan alasan kami berdua bukan undangan!!! Huahaha…benar nih dianak tirikan? ;-p Alhamdulillah seh, MC-nya melihat kami yang duduk di belakang justru memanggil kami untuk duduk paling depan. Yup, kami memang benar – benar berminat untuk mendengarkan talkshow yang materi-nya benar – benar menarik minat kami berdua, terutama untuk saya yang perlu insight untuk bahan tulisan, mendidik murid-murid (yang bukan sekedar mengajarkan subject pelajaran kurikulum) dan mengimbangi belasan keponakan langsung saya (kalau plus keponakan dari sepupu-sepupu jumlahnya ratusan, Bo’!).
Para pembicara dan moderator mulai beraksi. Pas banget isi materi talkshow tersebut, sayangnya pembicaraan kurang lama waktunya…hehehe….Saat materi tanya jawab saya sempat bertanya ke nara sumber (Kesempatan bertanya terbagi 2 sesie, masing – masing sesie diberikan untuk 3 penanya. Ternyata 5 penanya tersebut memang berasal dari media – sepertinya hanya saya yang mengatakan bahwa saya dari “umum” ;-D).
Pertanyaan yang saya ajukan, intinya adalah : Penanganan untuk anak yang kebablasan membaca secara thema dan bacaan untuk anak seusianya, serta penanganan untuk anak – anak istimewa (seperti autis, gifted dan indigo). Apakah dengan membaca petualangan fantasi dapat lebih memacu imajinasi “kebablasan” yang mereka miliki? Pertanyaan tersebut memang saya butuhkan untuk menangani beberapa murid dan orang dekat saya yang istimewa. Alhamdulillah, Ibu Kassandra Putaranto memberi informasi tentang komunitas yang beliau dirikan untuk menangani anak – anak istimewa tersebut, dan kita dapat bergabung di komunitas tersebut yang telah memiliki group di Facebook. Insya Allah saya akan gabung , karena saya merasa anak – anak istimewa ini (khususnya yang orang tua biologis-nya tidak mampu) merupakan amanah yang diberikan kepada Allah yang diberikan kepada kita, para hamba Allah untuk saling mengisi dengan mereka yang memiliki keistimewaan. Jawaban diberikan, dan soal bacaan untuk anak – anak indigo…hehehe, tentu buku Ulysees Moore cocok untuk mereka, namun anak indigo apa sih yang nggak mereka ketahui…hihihi…
Nah, untuk kita masyarakat dewasa (khususnya untuk para ibu) agar anak – anaknya gemar membaca maka kita harus :
- Memberikan fasilitas, seperti buku – buku berikut raknya, ruangan membaca, lampu penerangan yang baik untuk membaca.
- Learning by doing. Orang tua menjadikan role model bagi anak – anak mereka. Yang pasti agar menjadi contoh bagi anak – anaknya. Kalau orang tua nggak sempat, maka orang tua harus memberikan arahan ke PRT/suster atau pengawas anak agar mereka juga gemar membaca dan mengawasi bacaan anak. Jadi PRT-nya juga dididik menggemari buku.
- Setiap anak lahir dengan kapasitas masing – masing. Ngerti multiple intelegent khan?? Nah kalau anaknya cerdas audio, maka kasih aja buku yang sesuai dengan bakatnya. Or baca’in deh kalau gak pegel ;-D
Alhamdulillah saya terlahir di keluarga yang gemar membaca dan menulis. Ibu saya sih bukan kutu buku, yang mendidik saya gemar membaca dan selalu rutin membawa saya ke toko buku setiap weekend dan membebaskan saya membeli buku (asal dibaca benar!) adalah ayah saya. Ayah saya yang beberapa hari mentraktir saya buku – buku baru di toko buku memanggil saya dan meminta saya menceritakan isi buku tersebut kepadanya. Nah, berarti sebenarnya ayah juga dapat menjadi arsitek bagi anak-nya dong!? Kalau menurut kesimpulan dari talkshow tersebut ibu yang harusnya menjadi arsitek untuk anak – anaknya. Hari Minggu, arisan keluarga di rumahku. Sekar, keponakanku yang juga penulis langsung minta ke saklar listrik untuk nge-charge notebook-nya. Membuka notebook dan langsung menulis.Saya sempat menyodorkan buku Ulysses Moore yang saya beli dengan diskon 10% itu. Katanya dia belum pernah melihat buku tersebut di toko buku umum. Begitu membalikkan buku tersebut dia terlihat tertarik, menurutnya desain buku-nya menarik. Meskipun dia bilang harganya mahal, tetapi aku bilang tidak terlalu mahal dengan desain dan kertas hardcover seperti buku ini. Lama ia mengamati buku tersebut dan bermaksud meminjamnya. Saya bilang aja….saya mau baca dulu, minggu depan baru deh akan saya pinjamkan ;-D
Feel (Flight)The Experince
10 Dec 2009 2 Comments
Tahun 2008 Temu Alumni International ESQ 165 diadakan di Makassar. Ini pertemuan terbesar dan pertama, alumni ESQ 165 dari seluruh dunia berkumpul disini. Entah kenapa diadakannya di kota ini. Satu hal yang membuat aku ingin tahu. Aku niatkan untuk ke ESQ Makassar, dan saat melihat sekretariat ESQ 165 di Panakkukang….huaaa, ternyata tgl 7 – 8 November bersamaan dengan training MCB (Mission Character Building) 165 langsung dengan Bpk Ary Ginanjar.Ya Allaaahh, aku serasa “diingatkan”. Kok bisa ya, Sang Guru bersamaan di area yang sama dengan keberadaanku??
Hmm…kali ini tidak “berkalau-kalau”. Di pesawat menuju Jakarta, seperti biasa aku “membaca” pilot membawa pesawatnya. Sentimentil banget, rasanya masih mau berada di Makassar untuk beberapa saat. Nangis2 bombay deh tuh di pesawat (tanpa sadar)…hehehe…sisa ‘stress menstruasi’-nya masih ada.
Shubuh , 14 November 2009 – aku memang sudah berangkat dari Hotel Santika Makassar, naik taksi bareng Mr Kodok, Ardian Yunianto. Pas banget aku juga dapat tiket ke Jakarta dengan waktu berbeda 2 jam dari dia. Aku ke Jakarta dengan Lion Air jam 07 WITA sedangkan Ardian Yunianto ke Surabaya dengan airlines yang sama ke Surabaya jam 09 WITA.
Sesampai di Jakarta aku hanya meletakkan travel bag di Pasar Minggu dan langsung berangkat lagi ke Menara 165 TB Simatupang. Ternyata oh ternyata…pas ada training executive yang dibawakan langsung dengan Pak Ary Ginanjar.Dan pas waktunya dengan talkshow dengan Kapten Abdul Rozak tentang ‘Miracle of Flight’. Kapten Abdul Rozak itu pilot yang pesawatnya mendarat darurat di Sungai Bengawan Solo tahun 2002. Akhirnya aku memilih mendengarkan cerita Kapten yang akhirnya mendapatkan penghargaan dari Presiden Megawati (ketika itu) dikarenakan beliau mengutamakan keselamatan penumpangnya. Huhuhu…huks…aku nangis2 dengar cerita beliau. Itu bisa dirasakan bagi orang yang ngerti aja. Eh,gak lama ada peserta Executive Training yang “diculik” untuk sharing, ternyata Kapten Didik – kapten dari Lion Air. Setelah sharing mereka berdua berpelukan. Huuuaaaa….ASLI aku ikutan nangis, nangis karena cinta-NYA. Tak lama Kapten Setya Budi dipanggil ke depan. Beliau Kapten Garuda yang juga menyusun buku ‘9 Pilot Mencari Tuhan’ yang diterbitkan oleh penerbit milik ESQ. Beliau bercerita mengenai dunia penerbangan, fenomena dan bagaimana profesi ini sebenarnya membuat kita lebih dekat dengan Allah! Yang diceritakannya mengenai pengalaman rohani adalah : Pengalaman beliau ketika akan take off dari Makassar!!! Yup, beliau bercerita tentang keadaan kondisi take off dari Sultan Hasanuddin, dimana posisi take off hanya memiliki 2 pilihan sulit, yakni : ke arah laut atau gunung. Saat penerbangan delay selama 2 jam di Makassar karena kondisi angin yang tidak memungkinkan, sampai akhirnya beliau landing di Biak Papua. Tak lama alumni dipersilakan untuk sharing atau bertanya. Tentu aku nggak melewatkan kesempatan ini. Hingga saat kami tengah berdiskusi Pak Ary Ginanjar tiba-tiba masuk ke ruangan kami…Subhanallah akhirnya aku bisa berbicara “personal” dengan beliau.”Seru”-nya hari itu aku terpilih jadi “Peserta dengan Pertanyaan Terinspiratif” dari Kapten Abdul Rozak, dan ketika Kapten Setiya Budi diminta panitia untuk memilih “Pertanyaan Terbaik” aku terpilih lagi!!! Ibu – ibu disekelilingku sempat berkata,”Wah, besok dapat kulkas nih.” En ada yang nyahutin,”Iya nih,Mbak, besok bisa dapat mesin cuci samaq mobil deh”…hihihi,Amiiiinnn ya,Bu
. Aku pakai disuruh berbicara di depan oleh Kapten Abdul Rozak…hehehe…kalimat pertama yang aku ucapkan adalah “Alhamdulillah …….”. Bukan sekedar hadiah buku-nya yang mereka berikan, bahkan buku ‘9 Pilot Mencari Tuhan’ sudah aku resensi di : http://balqis57.blogspot.com/2009/06/book-9-pilot-mencari-tuhan.html , tetapi pertemuan dengan mereka di saat aku baru saja menempuh jarak lebih dari 1000 km, melintasi lautan menambah aura cinta-ku kepada Sang Pencipta. Baru pagi hari aku mereka-reka tentang kondisi runway take off Makassar, ternyata selang beberapa jam aku mendapat jawaban detail dari Kapten Setya Budi. Baru memikirkan keadaan “kecelakaan” penerbangan, ternyata siangnya mendapat kesempatan sharing dengan orang yang langsung pernah mengalaminya.
Malam Penghargaan Rolling Stone
05 Dec 2009 Leave a Comment
Lantaran Jeng Shinta yang ngedapetin undangan ‘Malam Penghargaan Rolling Stone 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa’ akhirnya saya yang memanfaatkan undangan tersebut. Acara tertanggal 3 December 2009 di Rolling Stone Live Venue, Jalan Ampera Raya 16 Jakarta Selatan. Tiba di venue sebelum pukul 19, nelpon ke orang DeltaFM untuk mengambil undangannya…eh orang DeltaFM-nya masih di jalan. Antara nunggu undangan dan Yuli yang malam ini menemani saya, membuat saya terdampar di kursi di dekat kantor security. Pihak DeltaFM menelpon ke nomer Fren saya, memberi tahu keberadaan mereka, tetapi akhirnya merekalah yang ke tempat saya. Menukar undangan dengan 4 fotocopy KTP milik Jeng Shinta yang nggak bisa datang karena harus menjaga ke-3 anaknya di rumah. Mas Made Setiawan dari DeltaFM ujug-ujug minta saya “ngoceh” untuk disiarkan diradionya. Hah??? Mau ngomong apa nih???! Saya diminta kesan dan pesan mengenai lagu yang masuk di 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa plus ungkapkan perasaan mendapatkan undangan gratis event tersebut dari DeltaFM. Waaaduuuuh, gak siap tuh! Pakai disuruh nyanyi lagu Fariz RM pula, karena aku bilang malam itu yang perform dan menjadi favoritku adalah Fariz RM dan Nidji. Jadilah di depan mike saya ngecepret 2 kalimat awal lagu “Barcelona”-nya Fariz RM yang juga dalam ocehan tersebut saya katakan bahwa beliau adalah eks guru piano saya ketika di Farabi. Hehehe…maaf ya,Mas, kalau suaraku malah bikin polusi akut di DeltaFM
Jadi inget masa SMA dulu yang sering ngebela-belain ke Prambors untuk ikutan berbagai acara….. Begitu Yuli sampai venue kami berdua masuk ke lokasi acara, isi buku tamu dan dapat goodiebag berisikan t-shirt dan topi dari Telkomsel. Di depan stage kami mengantri buffet dinner dengan tertib. Acara diadakan outdoor, stage ‘Rolling Stone Live’ berada di seberang kami. Saya mengambil secuplik nasi goreng dan putih, campur spagheti, ikan goreng tepun dan daging ala bulgogi…awalnya ingin ambil pasta, tapi melihat daging asap yang menjadi campurannya saya langsung membatalkannya. Menu dinner malam itu disajikan oleh Izzi Catering (Kok nggak ada pizza-nya ya?) Boomerang – Cokelat – Flowers – Nidji – Bimbo – Fariz RM – Iwa K – Andy/rif – Piyu dan Fadli Padi muncul berurutan. Masing – masing hanya menyanyikan 1 – 2 lagu saja, lagu mereka yang masuk dalam derretan 150 lagu terbaik. Waaaaii, Fariz RM nyanyi 2 lagu – lagu yang tadi saya sebutkan sebagai lagu fave saya ketika ditanya oleh Mas Made dari DeltaFM! – SAKURA dan BARCELONA, 2 lagu favorit ketika saya masih SD (bahkan TK!) dan SMA. Lagu yang pernah menjadi iringan ketika saya SD menari, modern dance gituuuuhh….2 lagu yang pernah saya ciptakan koreografer-nya “untuk kalangan terbatas”. En guru piano saya ketika saya SMP malam ini memainkan keyboard lagi….hehehe,tapi jangan pernah menyuruh saya main keyboard/piano di depan umum sekarang….nggak ada tanda-tanda bekas saya berguru pada salah satu musisi terbaik di Indonesia ini deh…hahaha….Ajarin aku lagi dong, Mas Faiz….;-D Oh ya, lagu Sakura di urutan ke-9 lagu terbaik, sedangkan Barcelona…kalau gak salah ke-37 deh! Jam 11 tepat acara selesai….Andy F.Noya mengumumkan lagu Terbaik Pertama, Lagu ‘Bongkar’ by Swami.
Recent Comments