Feel (Flight)The Experince

Tahun 2008 Temu Alumni International ESQ 165 diadakan di Makassar. Ini pertemuan terbesar dan pertama, alumni ESQ 165 dari seluruh dunia berkumpul disini. Entah kenapa diadakannya di kota ini. Satu hal yang membuat aku ingin tahu. Aku niatkan untuk ke ESQ Makassar, dan saat melihat sekretariat ESQ 165 di Panakkukang….huaaa, ternyata tgl 7 – 8 November bersamaan dengan training MCB (Mission Character Building) 165 langsung dengan Bpk Ary Ginanjar.Ya Allaaahh, aku serasa “diingatkan”. Kok bisa ya, Sang Guru bersamaan di area yang sama dengan keberadaanku??
Hmm…kali ini tidak “berkalau-kalau”. Di pesawat menuju Jakarta, seperti biasa aku “membaca” pilot membawa pesawatnya. Sentimentil banget, rasanya masih mau berada di Makassar untuk beberapa saat. Nangis2 bombay deh tuh di pesawat (tanpa sadar)…hehehe…sisa ‘stress menstruasi’-nya masih ada.
Shubuh , 14 November 2009 – aku memang sudah berangkat dari Hotel Santika Makassar, naik taksi bareng Mr Kodok, Ardian Yunianto. Pas banget aku juga dapat tiket ke Jakarta dengan waktu berbeda 2 jam dari dia. Aku ke Jakarta dengan Lion Air jam 07 WITA sedangkan Ardian Yunianto ke Surabaya dengan airlines yang sama ke Surabaya jam 09 WITA.
Sesampai di Jakarta aku hanya meletakkan travel bag di Pasar Minggu dan langsung berangkat lagi ke Menara 165 TB Simatupang. Ternyata oh ternyata…pas ada training executive yang dibawakan langsung dengan Pak Ary Ginanjar.Dan pas waktunya dengan talkshow dengan Kapten Abdul Rozak tentang ‘Miracle of Flight’. Kapten Abdul Rozak itu pilot yang pesawatnya mendarat darurat di Sungai Bengawan Solo tahun 2002. Akhirnya aku memilih mendengarkan cerita Kapten yang akhirnya mendapatkan penghargaan dari Presiden Megawati (ketika itu) dikarenakan beliau mengutamakan keselamatan penumpangnya. Huhuhu…huks…aku nangis2 dengar cerita beliau. Itu bisa dirasakan bagi orang yang ngerti aja. Eh,gak lama ada peserta Executive Training yang “diculik” untuk sharing, ternyata Kapten Didik – kapten dari Lion Air. Setelah sharing mereka berdua berpelukan. Huuuaaaa….ASLI aku ikutan nangis, nangis karena cinta-NYA. Tak lama Kapten Setya Budi dipanggil ke depan. Beliau Kapten Garuda yang juga menyusun buku ‘9 Pilot Mencari Tuhan’ yang diterbitkan oleh penerbit milik ESQ. Beliau bercerita mengenai dunia penerbangan, fenomena dan bagaimana profesi ini sebenarnya membuat kita lebih dekat dengan Allah! Yang diceritakannya mengenai pengalaman rohani adalah : Pengalaman beliau ketika akan take off dari Makassar!!! Yup, beliau bercerita tentang keadaan kondisi take off dari Sultan Hasanuddin, dimana posisi take off hanya memiliki 2 pilihan sulit, yakni : ke arah laut atau gunung. Saat penerbangan delay selama 2 jam di Makassar karena kondisi angin yang tidak memungkinkan, sampai akhirnya beliau landing di Biak Papua. Tak lama alumni dipersilakan untuk sharing atau bertanya. Tentu aku nggak melewatkan kesempatan ini. Hingga saat kami tengah berdiskusi Pak Ary Ginanjar tiba-tiba masuk ke ruangan kami…Subhanallah akhirnya aku bisa berbicara “personal” dengan beliau.”Seru”-nya hari itu aku terpilih jadi “Peserta dengan Pertanyaan Terinspiratif” dari Kapten Abdul Rozak, dan ketika Kapten Setiya Budi diminta panitia untuk memilih “Pertanyaan Terbaik” aku terpilih lagi!!! Ibu – ibu disekelilingku sempat berkata,”Wah, besok dapat kulkas nih.” En ada yang nyahutin,”Iya nih,Mbak, besok bisa dapat mesin cuci samaq mobil deh”…hihihi,Amiiiinnn ya,Bu ;-). Aku pakai disuruh berbicara di depan oleh Kapten Abdul Rozak…hehehe…kalimat pertama yang aku ucapkan adalah “Alhamdulillah …….”. Bukan sekedar hadiah buku-nya yang mereka berikan, bahkan buku ‘9 Pilot Mencari Tuhan’ sudah aku resensi di : http://balqis57.blogspot.com/2009/06/book-9-pilot-mencari-tuhan.html , tetapi pertemuan dengan mereka di saat aku baru saja menempuh jarak lebih dari 1000 km, melintasi lautan menambah aura cinta-ku kepada Sang Pencipta. Baru pagi hari aku mereka-reka tentang kondisi runway take off Makassar, ternyata selang beberapa jam aku mendapat jawaban detail dari Kapten Setya Budi. Baru memikirkan keadaan “kecelakaan” penerbangan, ternyata siangnya mendapat kesempatan sharing dengan orang yang langsung pernah mengalaminya.

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Welcome to Makassar…my beloved city!

    1. balqis57 says:

      Yup…Makassar memang salah satu kota yg saya senangi,walau panas dan baru sekali berkunjung ke sana 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s