Nonton Live FFI 2009

Dapet berita kalau penyelenggaraan FFI 2009 bakalan seperti acara Oscar jadi membuat penasaran. Pengen lihat aja gimana kelakuan para artis kita…hehehe…nggak ding, becanda kok, saya bukan termasi\uk orang yang memperhatikan tindak-tanduk orang lain – apalagi aib – kecuali kalau tuh orang udah kebangetan banget! ;-D

Jadilah sore menjelang malam anugrah FFI 2009 saya mampir ambil undangan di MNC Tower (d/h Menara Kebon Sirih). Dapet 2 undangan dan masing – masing berlaku untuk 2 orang. Amel yang semula mau ikut membatalkan diri karena Ungu nggak jadi tampil (dasar ABG!), Galuh yang protes lantaran waktu acara MTV Award gak saya kabari (padahal ada undangan “nganggur”) ternyata besok paginya harus test, Owien yang semula mau datang tapi harus sama ibu-nya terpaksa nggak mau kalau nggak sama ibunya. Akhirnya undangan terpakai untuk saya, Yuli dan Shanti.

Shalat Ashar di Mesjid Bimantara yang gagah itu. Menurut saya ini salah satu mesjid terbaik yang ada di lingkungan gedung perkantoran di Jakarta. Biasanya mesjid di sebuah gedung hanya mushallah kecil yang …duh sering merusak kekhusyukan orang yang shalat, tapi Mesjid Bimantara ini bersih dan tidak “dianak tirikan” diantara bangunan gedung utama – bahkan tangga menuju ke mesjid terlihat megah dibandingkan pintu masuk cafe disekitarnya. Keluar dari mesjid pandangan kita juga lepas memandang ke daerah Menteng – Senen dan sekitarnya. Sepertinya nama mesjidnya tetap Mesjid Bimantara walaupun nama gedungnya sudah diganti dengan Menara Kebon Sirih dan Plaza Kebon Sirih – bahkan sejak Oktober 2009 namanya berubah dengan MNC Tower dan MNC Plaza. Seusai shalat saya ke Atrium Plaza Senen yang tidak jauh dari MNC, makan di BMK Karapitan dan dari sinilah kami menuju Hall D PRJ. Yuli dan Shanti nyusul ke Atrium Senen gituh…

Kami sempat nyasar ke akses media massa. Yang nyasar bukan cuma kami, ternyata Akhsan Syuman dan Titi Syuman sempat salah jalan juga.Terlihat para media yang “mendaftar ulang” untuk mendapatkan kartu pers yang digantung di leher. Acara FFI ini memang disiarkan langsung oleh RCTI, tetapi beraneka ragam media berkumpul mencari berita. Protokol acara begitu baik mengatur para penonton. Saya sempat panik waktu mau dikasih undangan dan dikabari kalau ada acara redcarpet jam 19….duuuh malah ogah deh kalau sampai “kecelakaan” melewati redcarpet. Ntar semua wartawan pasti motretin , en terakhirnya mikir,”Eh emangnye barusan siape??” –p Eh, tapi akses masuk kami ternyata juga dilewati para artis.

Masuk dengan tertib, kami duduk tidak  terlalu depan tetapi banyak artis yang justru mondar mandir di  tempat kami duduk. Dari tempat mereka duduk, en jika mereka mau ke stage mereka melewati kami – jadi mereka harus “permisi2” ke kita deh…kalau kami iseng sih bisa aja nginjek gaun panjang yang mereka kenakan supaya mereka keserimpet. Weeeh, kami seh baik hati, jadi gak ada niat seperti itu tuh. Artis yang melewati kami , antara lain Widyawati, Yati Oktavia, Rianti Carthriwt dan cowoknya, Jajang C Noor, Gading Martin,dll. Yang duduk di dekat kami antara lain Tyas Mirasih.

Acara dimulai dengan doa bersama, sebelumnya kami diminta berdiri saat Wapres Bapak Boediono masuk ke ruangan. Kemudian berdiri lagi dan diminta ikutan nyanyi ‘Indonesia Raya’ saat Tria Cangcuters, Ryan D’Masiv and Charlie ST12 muncul bersama pasukan drumband dan dancer yang mengenakan baju merah putih. Kemudian berkumandang lagu ‘Garuda di Dadaku’. Setelah Cangcuters menyanyikan lagu Suka Suka, muncullah Winky W bersama Franda sebagai MC. Padahal di undangan tertulisnya Laura Basuki loh…

Acara berjalan lancar, dari yang on-Air sampai off-air saya perhatikan dengan seksama. Titi Syuman bertabur dengan piala Citra, antara lain Pemeran Wanita Utama Terbaik dan Penata Musik Terbaik – bersama suaminya dalam film King (Film yang mengumandangkan lagu Indonesia Raya full, film yang bikin saya semakin horni terhadap Banyuwangi dengan Baluran plus Kawah Ijen-nya, film yang bikin saya berkesan dengan kewajaran acting para pemainnya – terutama Mamiek Prakoso yang natural ..and Surya Saputra di film ini juga so cool walau nggak banyak! ;-p). Weeeh, semoga bertanda baik tuh tadi saya salah pintu bareng pasangan suami istri ini…mungkin saja suatu saat saya juga bakan ngeborong piala Citra sebagai Pemeran Wanita Utama Terbaik and Penata Musik Terbaik dengan suami saya…hehehe…Kalau ini sih mereka emang gak salah jalan, sedangkan kalau saya mendapat 2 penghargaan ini barangkali juri-nya yang salah “jalan”…hehehe….Ops, maafkan saya, Mas Aditya Gumay, saya salah satu muridmu di Theater Kawula Muda angkatan VI yang “salah jalan” hingga sekarang belum juga menjadi pemeran utama terbaik di ajang penghargaan film manapun juga…;-) Yup, akhirnya Mas Adit masuk juga dalam salah satu nominasi FFI 2009, saya masih ingat “keluhan” beliau ketika naskahnya pernah divisualisasikan dengan hasil sangat tidak memuaskan.Ah, pasti Mas Adit lupa dengan saya, tetapi saya masih ingat belasan tahun lalu saya shalat di kamar Mas Adit di Bendungan Hilir dan kami sempat berfoto berdua di ruang tamu-nya , beberapa hari sebelum saya meninggalkan Indonesia. Ketika itu Mas Adit bercerita dengan sumringahnya atas keberhasilan Lenong Bocah-nya yang baru saja disapa oleh Mbak Tutut. Btw ketika nonton film Emak Ingin Naik Haji saya juga sempat mau ketawa lihat UJ yang kini sudah menjadi ustad terkenal. Hehehe…ingat beliau dengan rambut gondrong dan celana jeans-nya ketika di Teater Kawula Muda dahulu, saya ingat saya diminta membaca puisi oleh Mas Adit kemudian UJ (d/h Kak Jefrey) membaca Al Quran dengan lantang-nya membuat kami di ruangan tersebut terkesima.

Kami pulang ketika diumumkan Sutradara Pendatang Baru Terbaik, sebenarnya saya ingin sampai selesai, tetapi Yuli khawatir besok dia akan kesiangan bangun jika sampai selesai. Dugaan saya benar, film Identitas menjadi film  terbaik.Walaupun saya belum menyaksikan film ini, namun saya merasa film Identitas menang sebagai film terbaik. Belum nonton film ini karena saya nggak ngerti kapan film ini ditayangkan di bioskop (kenapa jadi ketinggalan berita gini yak?!).Thema-nya unik, pemeran utamanya juga dari 2 generasi (Tio Pakusadewo dan Leoni). Waktu film ini ditayangkan di JiFFest tanggal 11 December 2009 saya justru antri nonton film Norway (99 % Honest) dan Coffe & Allah – film pendek NZ yang setting-nya Mt.Albert, area sekolah saya di Auckland.Film gratisannya saya justru antri ‘Under The Tree’, cuma nonton setengah jam sih trus langsung kabur ke Audi 6. Lah Shanti aja saya suruh nonton ‘Bukan Bintang Biasa’…yang sesuai dengan usia/kondisinya.

Pulangnya kami melewati redcarpet deeh. Halah Yuli keserimpet karpet, saya bilang ajah,”Lah elo lewat karpet tanpa dipoto2 aja keserimpet gituh, gimana kalau tadi kita masuk lewat redcarpet sambil semua mata memandang ke arah kita? ;-p”. Disisi redcarpet, dekat interview stage terlihat Julia Perez yang sedang dikerubutin wartawan….wwwuuuiii,pasti para wartawan infotainment tuh!

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Ali says:

    Anak2ny kmn? Kog ga prnh ikut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s