Tour of Cinema

Kakak saya dari Leiden Belanda datang ke Indonesia hari Jum’at lalu. Saya tidak ikutan menjemput di Bandara…”upacara penjemputannya” baca aja di blog-nya keponakan saya, Sekar deh! *waktu terbatas dotcom. Lumayan punya keponakan doyan ngeblog juga, jadi tinggal link ajah…;-D

Sesampai mereka dari bandara, kami berdoa bersama, foto-foto and rebutan oleh-oleh. Asyiiik, tas dan kemeja saya nambah! Brand-nya MEXX.Mayaaann…kalau dirupiahin nilainya sekitar 500 ribuan per-item.

Hari Sabtu-nya saya nggak bisa nimbrung keluarga, karena tiba-tiba Mbak Wiwik, my SPV di Champion Project minta supaya saya ke kantor. Serta, Jeng Yuli kemarin ngabarin kalau saya menang kuis dari UFM Radio. Hadiahnya nonton bareng SEX and THE CITY 2 di Blitz Pacific Place. Yang ikutan kuis-nya Yuli, dia ikutan 2, 1 nomer hape pakai namanya en 1 lagi pakai nama saya. Ternyata yang menang nama saya, jadilah dia minta saya untuk membawa fotocopy KTP sebagai penukaran tiket plus registrasi pemenang. Nama gue emang penuh keberuntungan, Yul…Gak seperti nama loe, yang mau menang kuis aja harus mengandalkan tuyul…hihihi…peace,fren! ;-D

Oh ya, minggu sebelumnya 5 Juni 2010 saya juga menang nonton bareng film Brothers di Blitz Grand Indonesia dari Majalah Cosmopolitan. Film adaptasi dari film Denmark yang dibintangi oleh “Si Spiderman” dan “Prince Dastan” (Prince of Persia : The Sands of Time, yang saya tonton tanggal 27 Mei 2010 di Blitz Central Park – dia juga main di film Brokeback Mountain yang saya tonton di TIM 21 bersama Mr.Di tahun lalu. Siapakah dia? …Jake Gyllenhaal!). Film Brothers konfliknya menarik, seakan “keluarga bukan segalanya”. Orang yang “memperjuangkan” keluarga, ternyata dapat merana saat telah bertemu dengan keluarga yang diperjuangkan tersebut. Sebenarnya hikmah dari film tersebut dapat diambil bahwa Tuhan diatas segalanya! Tanpa keluarga, kita masih memiliki Tuhan…dan hanya Tuhan yang sangat dekat dengan kita.

Di kantor saya sempat ketemu Novia yang wajahnya nampak keruh.Oh no, ternyata dia membawa responden untuk FGD Magazine namun ditolak oleh Research Executive lantaran si responden mengenakan jilbab! Huh, seharusnya di screening awal dijelaskan dong! Secara sih respondennya Novia saat saya lihat nampak modis, bacaannya juga lifestyle magazine kelas premium, SES juga A+ kok. Jadi “hanya karena” jilbab dia ditolak jadi responden…ckckck..sabar ya,Mbak,ngehadapin orang-orang “seperti itu”.

sex-and-the-city-2

Nah, ini ada kaitannya dengan film SEX n THE CITY 2 yang saya tonton. Di salah satu resensi film yang saya baca, tertulis bahwa film ini anti Islam. Lah ketika saya tonton, justru disini ke-4 tokoh dipencundangi sebagai cewek Amerika yang fashionable dan doyan barang branded! Mereka baru ngerti bahwa cewek-cewek yang mengenakan pakaian tertutup itu gemar barang branded. Weeiih, justru mereka melek brand desainer kelas dunia! Mereka kaya raya secara materi, sedangkan ke-4 tokoh tersebut membayar apartment/hotel permalam di Timur Tengah aja kagak mampu…xixixi…

(Nih ya,berdasarkan pengamatan saya mengambil air wudhu di sumur ZamZam Masjidil Haram, para wanita itu busananya fashionable di balik busana hitam longgarnya. Mereka menjaga keindahan specialnya hanya untuk orang special juga. So so sorry, not for sale!). Demikian pula saat saya menemani rombongan shopping di Jeddah, busana yang dijual di butik-butik…sumpee dah saya aja sampai bingung mau mengenakan kemana/dimana kalau ada yang memberikan saya busana-busana mahal tersebut. Menurut informasi pedagangnya busana tersebut para wanita Timur Tengah kenakan saat dihadapan keluarga atau pesta yang undangannya wanita semua! Weleee..panggung fashion Milan,Perancis, London dan Tokyo pasti melongo kalau mengerti.

Ini kesempatan untuk Indonesia menjadi pusat fashion busana Muslimah dunia. Melihat jilbab hitam bermotif bunga saja para tokoh film Sex n The City 2 sudah kagum, apalagi melihat rancangan busana Muslimah Indonesia 😉

Usai menonton kami mendapat goodiebag dari OkeVision dan UFM. Saya berpisah di halte TransJakarta Dukuh Atas dengan Yuli yang langsung pulang, sedangkan saya menuju Pasar Festival Kuningan. Makan Mie Rebus, lantas jalan kaki ke Epicentrum Walk Rasuna. Ini area nggak asing untuk saya. Beberapa waktu lalu saya sempat mengajar ekspatriat di Apartment Taman Rasuna dan dikarantina di Aston Rasuna saat menjadi 10 Terbaik Caring Colours Care For Your Dream, tapi XXI di area ini saya blank! Secara baru dibuka tepat sebulan lalu – 12 Mei 2010. Akhirnya ketemu juga tuh XXI yang hanya punya 2 theather. Saya membeli 10 tiket nonton The A Team. Lagi, pukul 21.50 saya menonton di Epicentrum XXI theater 2 bersepuluh – bareng Mas Tunggal n Family and Om Ar n Family. Movie Travelling…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s